×
Showing posts with label Nasihat. Show all posts
Showing posts with label Nasihat. Show all posts

"40 MANFAAT DAN KEAJAIBAN SHALAWAT"




1. Membaca shalawat sebagai bentuk realisasi ketaatan kepada perintah Allah Ta’ala.
2. Mencontoh Allah dalam membaca shalawat.
3. Mencontoh para malaikat-Nya.
4. Mendapat balasan sepuluh rahmah dari Allah setiap membaca sekali shalawat.
5. Diangkat sepuluh derajat karena membaca sekali shalawat.
6. Ditulis sepuluh kebaikan bagi yang membaca sekali shalawat.
7. Dihapus sepuluh keburukan bagi yang membaca sekali shalawat.
8. Menjadi sebab utama dikabulkan doa.
9. Menjadi sebab meraih syafaat Nabi.
10. Mendapat pengampunan dari Allah.
11. Allah akan mencukupi hidupnya dari berbagai macam keluh kesah.
12. Sebagai sebab dekatnya seorang hamba dengan Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam nanti pada hari kiamat.
13. Shalawat bisa mengganti dan menduduki ibadah shadaqoh.
14. Menjadi sebab terpenuhi berbagai macam hajat kebutuhan.
15. Meraih shalawatnya Allah dan shalawatnya para malaikat atasnya.
16. Menjadi sebab seseorang meraih kesucian dan kemuliaan.
17. Orang yang gemar membaca shalawat akan mendapat kabar gembira sebelum matinya.
18. Akan meraih keamanan dan keselamatan dari rintangan hari kiamat.
19. Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam akan menjawab shalawat dan salam kepada orang-orang yang membaca shalawat dan salam kepadanya.
20. Bisa membantu seorang hamba mengingatkan sesuatu yang terlupa.
21. Menjadi sebab berkahnya suatu majlis agar tidak kembali pulang dalam keadaan merugi dan cacat.
22. Membaca shalawat mampu mengusir dan melenyapkan kemiskinan.
23. Membaca shalawat mampu menghilangkan penyakit bakhil dari seorang hamba.
24. Menjadi selamatnya seorang hamba dari doanya Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam yang buruk, karena beliau mendoakan celaka bagi yang mendengar nama disebut tidak membaca shalawat.
25. Membaca shalawat menjadi jalan menuju sorga.
26. Selamat dari busuknya majlis karena membaca shalawat.
27. Membaca shalawat menjadi penyempurna bagi pembicaraan pada saat berkhutbah.
28. Menjadi sebab sempurnanya cahaya seorang hamba pada saat meniti titian.
29. Membaca shalawat akan mengeluarkan seseorang dari sifat kasar dan keras kepala.
30. Menjadi sebab langgengnya pujian Allah atasnya.
31. Mendatangkan keberkahan kepada orang yang membaca shalawat.
32. Orang yang membaca shalawat akan meraih rahmat dari Allah.
33. Sebagai bukti cinta Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam secara abadi.
34. Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam akan selalu mencintai orang yang membaca shalawat.
35. Menjadi sebab seorang hamba meraih hidayah.
36. Nama orang yang membaca shalawat akan disampaikan kepada Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam
37. Menjadi sebab teguhnya kaki pada saat meniti titian.
38. Dengan membaca shalawat berarti seseorang telah menunaikan haknya Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam atasnya.
39. Mengandung dzikir dan syukur kepada Allah.
40. Shalawat adalah doa karena dengan membaca shalawat berarti telah memuji khalilullah dan kekasih-Nya. Dengan itu berarti telah mendoakan baik untuknya.

Subhanallah. Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa ‘Ala Ali Muhammad. Semoga kita kelak dihari Kiamat diberikan Syafaat oleh Rosululloh SAW. Aamiiin.

"7 KEISTIMEWAAN SHOLAT SHUBUH"



1. MENJADI PENGHALANG MASUK NERAKA:

Rasulullah SAW bersabda :
"Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat shubuh) dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat ashar)." (H.R. Muslim no. 634)

2. JAMINAN MASUK SURGA:

Rasulullah SAW bersabda :
"Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga." (H.R. Bukhari no. 574 - Muslim no. 635)

3. DAPAT PAHALA SEPERTI SHOLAT SEMALAMAN:

Rasulullah SAW bersabda :
Barangsiapa yang shalat isya' berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya." 

(H.R. Muslim no. 656)

4. MENDAPAT JAMINAN KESELAMATAN:

Rasulullah SAW bersabda :
"Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam." (H.R. Muslim no. 163)

5. BERCAHAYA DI HARI KIAMAT:

Rasulullah SAW bersabda :
"Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan (Isya' dan Shubuh) menuju Masjid, dengan cahaya yang sangat terang pada hari Kiamat kelak." (H.R. Ibnu Majah - Tirmidzi)

6. LEBIH BAIK DARI DUNIA DAN ISINYA:

Rasulullah SAW bersabda :
"Dua rakaat shalat shubuh itu lebih baik dari dunia beserta isinya." (H.R. Muslim - Ahmad)

7. PARA MALAIKAT MENYAKSIKAN:

Allah SWT. berfirman :

"Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh itu disaksikan (oleh malaikat)." (Q.S. Al-Isra' 78)

Rasulullah SAW bersabda :
"Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (subuh)." 

(H.R. Bukhari no. 137 - Muslim no. 632)

SubhanAllah...
Begitu banyak keistimewaan yang tersembunyi dibalik shalat shubuh. Sungguh merugilah kita yang telah sengaja meninggalkan serta melalaikannya.

Semoga kita tetap menjadi Umat Nabi Muhammad SAW. yang senantiasa istiqamah dalam melaksanakannya. Niscaya kita akan termasuk golongan orang-orang yang beruntung di dunia juga di akhirat kelak. InsyaAllah.

Aamiiin Ya Rabbal 'Alamin.

"11 SURAH AL-QUR'AN YANG MEMILIKI KEISTIMEWAAN TERTENTU"



1. Surah Al-Fatihah dapat memadamkan kemurkaan Allah SWT,

2. Surah Yasin dapat menghilangkan rasa dahaga atau kehausan pada hari Kiamat,

3. Surah Dukhan dapat membantu kita ketika menghadapi
ujian AllahSWT pada hari kiamat,

4. Surah Al-Waqiah dapat melindungi kita dari kesusahan atau
fakir,

5. Surah Al-Mulk dapat meringankan azab di alam kubur,

6. Surah Al-Kauthar dapat membuat hati kita menjadi lembut dan khusyuk,

7. Surah Al-Kafirun dapat menghalangi kita menjadi kafir
ketika menghadapi kematian,

8. Surah Al-Ikhlas dapat menyelamatkan orang yang membacanya dari kesulitan-kesulitan dunia juga sakratulmaut, menyelamatkannya dari gelap gelita kubur dan tragedi-tragedi hari kiamat,

9. Surah Al-Falq dapat menghapuskan perasaan hasad dengki,

10. Surah An-Nas dapat melindungi kita dari penyakit was-was,

11. Surah Yusuf dapat membuat kita mendapatkan kesan yang baik dan disayang dalam masyarakat, dan dapat membuat wajah menjadi berseri.

"12 Golongan yang Didoakan Malaikat"



1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
4. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah
5. Para malaikat mengucapkan 'aamin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah me
lakukan shalat.
7. Orang-orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.
8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
9. Orang-orang yang berinfak.
10. Orang yang sedang makan sahur.
11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.


Semoga kita termasuk golongan Orang2 yang didoakan Malaikat.
Aamiiin ya Robbal 'Alamin.

"15 DOSA DI KEPALA WANITA"



1. Tidak berhijab (menutup aurat).

Allah berfirman, yang artinya: “Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: ”Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59).

Allah Ta’ala juga berfirman, yang artinya: “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur: 24).

2. Menyambung rambut / memakai konde.

Dari Asma’ binti Abi Bakr, ada seorang perempuan yang menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Telah kunikahkan anak gadisku setelah itu dia sakit sehingga semua rambut kepalanya rontok dan suaminya memintaku segera mempertemukannya dengan anak gadisku, apakah aku boleh menyambung rambut kepalanya. Rasulullah lantas melaknat perempuan yang menyambung rambut dan perempuan yang meminta agar rambutnya disambung” (HR Bukhari no 5591 dan Muslim no 2122).

3. Mewarnai / menyemir rambut dengan warna hitam.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang bersemir dengan warna hitam seperti tembolok merpati. Mereka itu tidak akan mencium bau surga.” (HR. Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Hibban dalam shahihnya, dan Al Hakim. Al Hakim mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, ”Pada hari penaklukan Makkah, Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) datang dalam keadaan kepala dan jenggotnya telah memutih (seperti kapas, artinya beliau telah beruban). Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim).

4. Mencabut uban.

Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah mencabut uban. Tidaklah seorang muslim yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, melainkan uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat nanti.” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shagir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

5. Memakai bulu mata palsu.

Fatwa: "...Menurut hemat saya, tidak diperbolehkan memasang bulu mata buatan (palsu) pada kedua matanya, karena hal tersebut sama dengan memasang rambut palsu, dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melaknat wanita yang memasang dan yang minta dipasangi rambut palsu. Jika Nabi telah melarang menyambungkan rambut dengan rambut lainnya (memasang rambut palsu) maka memasang bulu mata pun tidak boleh. Juga tidak boleh memasang bulu mata palsu karena alasan bulu mata yang asli tidak lentik atau pendek. Selayaknya seorang wanita muslimah menerima dengan penuh kerelaan sesuatu yang telah ditakdirkan Allah, dan tidak perlu melakukan tipu daya atau merekayasa kecantikan, sehingga tampak kepada sesuatu yang tidak dimilikinya, seperti memiliki pakaian yang tidak patut dipakai oleh seorang wanita muslimah..." (Disampaikan dan didiktekan oleh Syaikh Abdullah Bin Abdurrahman al-Jibrin. Sumber : Fatwa-Fatwa Terkini jilid 3, hal. 80-81 cet, Darul Haq, Jakarta.)

6. Bertabarruj.

Allah Azza wa Jalla berfirman, yang artinya: “Dan janganlah kalian (para wanita) bertabarruj (keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku) seperti (kebiasaan) wanita-wanita Jahiliyah yang dahulu” [al-Ahzaab:33].

7. Merenggangkan / mengikir gigi.

Dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang orang mencukur alis, mengikir gigi, menyambung rambut, dan mentato, kecuali karena penyakit. (HR. Ahmad 3945 dan sanadnya dinilai kuat oleh Syuaib Al-Arnaut).

Dari ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Semoga Allah melaknat orang yang mentato, yang minta ditato, yang mencabut alis, yang minta dikerok alis, yang merenggangkan gigi, untuk memperindah penampilan, yang mengubah ciptaan Allah. (HR. Bukhari 4886).

8. Membuat tatto.

Lihat point ke-7.

9. Memakai jilbab gaul / tidak memenuhi syarat hijab.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bahkan telah memperingatkan kita dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:
“Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya, yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor-ekor sapi betina yang mereka pakai untuk mencambuk manusia; wanita-wanita yang berpakaian (namun) telanjang, yang kalau berjalan berlenggak-lenggok menggoyang-goyangkan kepalanya lagi durhaka (tidak ta’at), kepalanya seperti punuk-punuk unta yang meliuk-liuk. Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak dapat mencium bau wanginya, padahal bau wanginya itu sudah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (Hadits shahih. Riwayat Muslim (no. 2128) dan Ahmad (no. 8673).

10. Memakai rambut palsu.

Memakai wig/rambut palsu hukumnya haram, karena termasuk al-washl yaitu menyambung rambut yang diharamkan. (Fatwa asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah). Seandainya tidak dianggap al-washl, maka wig itu menampakkan rambut si wanita lebih panjang daripada yang sebenarnya sehingga menyerupai al-washl. Padahal wanita yang melakukannya dilaknat sebagaimana disebutkan oleh hadits: “Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan minta disambungkan rambutnya.” (HR. al-Bukhari no. 5941, 5926 dan Muslim no. 5530). (Fatwa asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah).
Perbuatan al-washl ini diharamkan, sama saja apakah si wanita melakukannya dengan izin suami atau tidak, karena perbuatan haram tidak terkait dengan izin dan ridha.

11. Mencukur rambut menyerupai laki-laki atau wanita kafir.

a. Potongan yang menyerupai potongan laki-laki maka hukumnya haram dan dosa besar, sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kaum wanita yang menyerupai kaum pria. Sebagaimana disebutkan dalam hadis, dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, bahwa beliau mengatakan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat kaum lelaki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai lelaki.” (H.r. Bukhari)

b. Potongan yang menyerupai potongan khas wanita kafir, maka hukumnya juga haram, karena tidak boleh menyerupai orang-orang kafir. Sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Ibn Umar radliallahu ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Siapa yang meniru-niru (kebiasaan) suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut” (H.r. Abu Daud, dan dishahihkan al-Albani)
(Sumber: http://www.youtube.com/watch?v=ulgi9xGoDuQ. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Deman Pembina Konsultasi Syariah)

12. Mencukur / mencabut bulu alis.

Lihat point ke-7.

13. Memakai lensa kontak berwarna untuk tabarruj.

Syaikh Muhammad shalih Al-Munajjid hafidzahullah berkata: "...lensa kontak berwana untuk perhiasan (untuk bergaya). Maka hukumnya sama dengan perhiasan, jika digunakan untuk berhias bagi suaminya maka tidak mengapa. Jika digunakan untuk yang lain maka hendaknya tidak menimbulkan fitnah. Dipersyaratkan juga tidak menimbulkan bahaya (misalnya iritasi dan alergi pada mata, pent) atau menimbulkan unsur penipuan dan kebohongan misalnya menampakkan pada laki-laki yang akan melamar. Dan juga tidak ada unsur menyia-nyiakan harta (israaf) karena Allah melarangnya." [Sumber: http://islamqa.info/ar/ref/926]


14. Operasi plastik untuk kecantikan.

Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya, “Bagaimana hukum melaksanakan operasi kecantikan dan hukum mempelajari ilmu kecantikan?”
Jawaban beliau,”Operasi kecantikan (plastik) ini ada dua macam. Pertama, operasi kecantikan untuk menghilangkan cacat yang karena kecelakaan atau yang lainnya. Operasi seperti ini boleh dilakukan, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberikan izin kepada seorang lelaki–yang terpotong hidungnya dalam peperangan–untuk membuat hidung palsu dari emas. Kedua, operasi yang dilakukan bukan untuk menghilangkan cacat, namun hanya untuk menambah kecantikan (supaya bertambah cantik). Operasi ini hukumnya haram, tidak boleh dilakukan, karena dalam sebuah hadis (disebutkan), ‘Rasulullah melaknat orang yang menyambung rambut, orang yang minta disambung rambutnya, orang yang membuat tato, dan orang yang minta dibuatkan tato.’ (H.R. Bukhari). (Fatawa Al-Mar’ah Al-Muslimah, hlm. 478–479). Sumber: Majalah As-Sunnah, edisi 5, tahun IX, 1426 H/2005 M.

15. Memakai kawat gigi untuk kecantikan / tabarruj.

Syaikh Ibnu Utsaimin pernah ditanya, “Apa hukumnya memperbaiki gigi?”

Syaikh menjawab, “Memperbaiki gigi ini dibagi menjadi dua kategori:

Pertama, jika tujuannya supaya bertambah cantik atau indah, maka ini hukumnya haram. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang menata giginya agar terlihat lebih indah yang merubah ciptaan Allah. Padahal seorang wanita membutuhkan hal yang demikian untuk estetika (keindahan), dengan demikian seorang laki-laki lebih layak dilarang daripada wanita.

Kedua, jika seseorang memperbaikinya karena ada cacat, tidak mengapa ia melakukannya. Sebagian orang ada suatu cacat pada giginya, mungkin pada gigi serinya atau gigi yang lain. Cacat tersebut membuat orang merasa jijik untuk melihatnya. Keadaan yang demikian ini dimaklumi untuk membenarkannya. Hal ini dikategorikan sebagai menghilangkan aib atau cacat bukan termasuk menambah kecantikan. Dasar argumentasinya (dalil), Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan seorang laki-laki yang hidungnya terpotong agar menggantinya dengan hidung palsu dari emas, yang demikian ini termasuk menghilangkan cacat bukan dimaksudkan untuk mempercantik diri.” Allahu a’lam. (Dijawab oleh Tim Redaksi Konsultasi Syariah).

Oleh Abu Fahd Negara Tauhid

Wallahua'lam Bisshowab.

Ya Allah Ampunilah Dosa dan kesalahan Kami yang besar maupun yang kecil, yang berat maupun yang ringan, yang sengaja maupun yang tidak dan yang tampak maupun yang tersembunyi.
Aamiiiiiin ya Robbal 'Alamiin.

"KENGERIAN SAAT MELINTASI SHIRATHAL MUSTAQIM"



Pernahkah kita membayangkan menyeberangi sebuah jembatan yang begitu kecil dan tipis seukuran sehelai rambut dibelah tujuh? Bayangkan betapa tipisnya! Bayangkan betapa tajamnya!

Begitulah kira-kira kalau kita mengumpamakan Jembatan Shirthal Mustaqim yang akan kita lalui kelak. Sebuah jembatan yang akan menghubungkan Surga dan Neraka. Sebuah jembatan yang akan menentukan selamat dan tidaknya kita untuk mencapai ridha Allah menuju Jannah-Nya.

"Rasulullah SAW mengumpamakan bahwa (sifat) titian itu adalah lebih tipis daripada rambut dan lebih tajam daripada pedang." (H.R. Ahmad)

CARA MANUSIA KETIKA MELINTASI SHIRATHAL MUSTAQIM:


Perjalanan umat manusia di atas Sirathal Mustaqim dapat ditempuh dengan bermacam-macam keadaan. Hal itu tercermin dari bagaimana mereka menghabiskan banyak waktunya ketika hidup di dunia. Berikut adalah macam-macam golongan manusia yang melintasinya :

1. Ada golongan yang dapat melintasinya secepat kilat.
2. Ada golongan yang dapat melintasinya seperti tiupan angin.
3. Ada golongan yang dapat melintasinya seperti burung terbang.
4. Ada golongan yang dapat melintasinya seperti kecepatan kuda lomba.
5. Ada golongan yang dapat melintasinya secepat lelaki perkasa.
6. Ada golongan yang dapat melintasinya secepat binatang peliharaan.
7. Ada golongan yang dapat melintasinya dalam jangka waktu sehari semalam.
8. Ada golongan yang dapat melintasinya dalam waktu selama satu bulan.
9. Ada golongan yang dapat melintasinya selama bertahun-tahun.
10. Ada golongan yang dapat melintasinya selama 25 ribu tahun.
11. Ada golongan yang dapat melintasinya dengan tertatih-tatih.
12. Ada golongan yang langsung terjatuh ke jurang api Neraka.

Rasulullah SAW bersabda : "Dan diletakkan sebuah jembatan diatas Neraka Jahannam, lalu aku dan ummatku menjadi orang pertama yang meniti di atasnya. Para Rasul berdoa pada hari itu : "Ya Allah, selamatkan! Selamatkan! Di kanan kirinya ada pengait-pengait seperti duri pohon Sa’dan. Pernahkah kalian melihat duri pohon Sa'dan?"

Para sahabat menjawab,"Pernah, Ya Rasulullah."

Lalu Rasulullah SAW melanjutkan,"Sesungguhnya pengait itu seperti duri pohon Sa'dan, namun hanya ALLAH yang tahu besarnya. Maka banyak ummat manusia yang disambar dengan pengait itu sesuai dengan amal perbuatannya di dunia." (H.R. Muslim)

"Suasana pada saat itu sangatlah mengerikan. Suara teriakan, raungan, jeritan meminta tolong, tangisan, dan ketakutan terdengar dari berbagai arah. Lebih mengerikan suara gemuruh api neraka dari bawah sirath yang siap menelan orang terjatuh ke dalamnya. Tidak henti-henti Rasulullah SAW dan Nabi-Nabi yang lain termasuk juga malaikat berdoa untuk keselamatan manusia :

“Ya Allah, Selamatkan! selamatkan!"

"Ia (jembatan shirath) adalah sebuah jalan yang sangat licin. Dan kaki sulit sekali berdiri di atasnya." (H.R. Muslim)

Bagaimanapun, berhasil tidaknya kita semua saat melintasi Sirath di akhirat nanti adalah wujud hasil daripada titian (jalan) hidup yang kita pilih selama tinggal di dunia. Buah dari segala apa yang telah kita perbuat selama hidup di dunia. Barangsiapa yang selalu memilih berada di jalan Allah dan senantiasa bepegang teguh dengan syariat Islam, maka sirath di akhirat ini akan mudah dilalui untuk sampai ke Surga. InsyaAllah.

Akan tetapi sebaliknya. Jika kita jalani hidup penuh dengan kemaksiatan, maka bersiap-siaplah untuk disambar api Neraka yang berkobar-kobar menyala. Yang panas membaranya berpuluh-puluh kali panas jika dibandingkan dengan panas api dunia.

Na'udzu Billahi Min Dzalik.
Marilah kita sama-sama bertaubat atas segala dosa dan maksiat sebelum terlambat. Sebelum ajal datang menjemput.

Yuk sempatkan diri untuk meng-Amin-kan doa ini.

"Rabbana atina fiddun'ya hasanah. Wafil akhirati hasanah. Waqina 'adzabannar."

Ya Allah Ya Tuhan kami...
Karuniakanlah kepada kami semua.
Kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat.
Dan jauhkanlah kami dari siksa api Neraka.

Aamiiiiiin Ya Rabbal 'Alamin.

Bacalah Dua Ayat Ini Tiap Malam, Agar Rezeki Lancar

 Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada waktu malam, maka ia akan diberi kecukupan. Sebagian ulama ada yang mengatakan, ia dijauhkan dari gangguan setan.

Ada juga yang mengatakan, ia dijauhkan dari penyakit. Ada juga ulama yang menyatakan bahwa dua ayat tersebut sudah mencukupi dari shalat malam. Benarkah?








Dua ayat tersebut,Allah Taala berfirman,

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

“Rasul telah beriman kepada al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan),’Kami tidak membeda-bedakan antara seserangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya,’ dan mereka mengatakan,’Kami dengar dan kami ta’at.’ (Mereka berdoa),’Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali, [285]’

لاَ يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa):”Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.[286]”

“Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 285-286)

Disebutkan dalam hadits dari Abu Masud Al-Badri radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka ia akan diberi kecukupan.”
(HR. Bukhari no. 5009 dan Muslim no. 808)

Hadits di atas menunjukkan tentang keutamaan dua ayat terakhir surat Al-Baqarah.

Para ulama menyebutkan bahwa siapa yang membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah, maka Allah akan memberikan kecukupan baginya untuk urusan dunia dan akhiratnya, juga ia akan dijauhkan dari kejelekan. Ada juga ulama yang mengatakan bahwa dengan membaca ayat tersebut imannya akan diperbaharui karena di dalam ayat tersebut ada sikap pasrah kepada Allah Taala. Ada juga ulama yang mengatakan bahwa ayat tersebut bisa sebagai pengganti dari berbagai dzikir karena di dalamnya sudah terdapat doa untuk meminta kebaikan dunia dan akhirat. Lihat bahasan Prof. Dr. Musthafa Al-Bugha dalam Nuzhah Al-Muttaqin, hal. 400-401.

Al-Qadhi Iyadh menyatakan bahwa makna hadits bisa jadi dengan membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah akan mencukupkan dari shalat malam. Atau orang yang membacanya dinilai menggantungkan hatinya pada Al-Quran.

Atau bisa pula maknanya terlindungi dari gangguan setan dengan membaca ayat tersebut. Atau bisa jadi dengan membaca dua ayat tersebut akan mendapatkan pahala yang besar karena di dalamnya ada pelajaran tentang keimanan, kepasrahan diri, penghambaan pada Allah dan berisi pula doa kebaikan dunia dan akhirat. (Ikmal Al-Muallim, 3: 176, dinukil dari Kunuz Riyadhis Sholihin, 13: 83).

Imam Nawawi sendiri menyatakan bahwa maksud dari memberi kecukupan padanya menurut sebagian ulama- adalah ia sudah dicukupkan dari shalat malam. Maksudnya, itu sudah pengganti shalat malam. Ada juga ulama yang menyampaikan makna bahwa ia dijauhkan dari gangguan setan atau dijauhkan dari segala macam penyakit. Semua makna tersebut kata Imam Nawawi bisa memaknai maksud hadits. Lihat Syarh Shahih Muslim, 6: 83-84.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan tentang keutamaan dua ayat tersebut ketika dibaca di malam hari, “Ketahuilah para ikhwan sekalian, kedua ayat ini jika dibaca di malam hari, maka akan diberi kecukupan. Yang dimaksud diberi kecukupan di sini adalah dijaga dan diperintahkan oleh Allah, juga diperhatikan dalam doa karena dalam ayat tersebut terdapat doa untuk maslahat dunia dan akhirat.” (Ahkam Al-Quran Al-Karim, 2: 540-541).

Semoga bisa mengamalkan untuk membaca dua ayat terakhir Al-Baqarah ini mulai dari malam ini. Semoga kita meraih kebaikan dan keberkahan. Semoga Allah memberi taufik. (akhwatindonesia)

Jangan Pernah Panggil “Ummi-Abi” Pada Pasangan

 Apakah dengan pasangan sering memanggil dengan sebutan abi-ummi, papa-mama, ayah-bunda, atau bapak-ibu?

Banyak yang menyebut demikian dengan alasan untuk membiasakan anak memanggil orangtuanya. Akan tetapi ketika sedang berdua dengan pasangan pun, jadinya terbiasa dengan panggilan Ummi-Abi, Ibu-Bapak, dan lainnya. Sebenarnya lebih baik memanggil pasangan kita dengan panggilan mesra terutama ketika hanya berduaan saja.

Secara psikologis, memanggil pasangan dengan sebutan Ummi-Abi, Ayah-Bunda, akan menghilangkan keromantisan antar pasutri. Beberapa pakar psikologi menganggap panggilan demikian akan memudarkan kemesraan antar pasutri, bahkan bisa jadi menghilangkan semangat bercinta.


Selain itu, apakah Rasulullah mencontohkan memanggil pasangan dengan sebutan demikian?
Dalam kitab Ar-Raudhatul Murbi’ Syarah Zadul Mustaqni’ juz 3/195, terdapat penjelasan berikut (yang artinya), “Dan dibenci memanggil salah satu di antara pasutri dengan panggilan khusus yang ada hubungannya dengan mahram, seperti istri memanggil suaminya dengan panggilan ‘Abi’ (ayahku) dan suami memanggil istrinya dengan panggilan ‘Ummi’ (ibuku).”

Jadi, memanggil istri dengan “ukhti” (yang berarti “saudariku”) atau “dik” (yang maksudnya “adikku”) juga dibenci karena termasuk mahramnya, walaupun tidak berniat menyamakan dengan saudarinya. Keterangan ini dikuatkan pula di dalam kitab Al-Mughni juz 17/199, pasal “Dibenci bagi seorang suami memanggil istrinya dengan panggilan orang yang termasuk mahramnya, seperti suami memanggil istrinya dengan panggilan ‘Ummi’ (ibuku), ‘Ukhti’ (saudariku), atau ‘Binti’ (putriku).”
Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dengan sanadnya dari Abu Tamimah Al-Juhaimi, “Ada seorang laki-laki yang berkata kepada istrinya, ‘Wahai Ukhti!’ Lalu Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Apakah istrimu itu saudarimu?’ Beliau membencinya dan melarangnya.” (HR. Abu Daud: 1889)

Akan tetapi, hadits ini dhaif (lemah) karena pada sanadnya adarawi yang majhul (tidak disebut namanya). Dijelaskan pula di dalam Syarah Sunan Abu Daud, yaitu ‘Aunul Ma’bud: 5/93, bahwa haditsnya mudhtharrib (guncang) sehingga tidak bisa dijadikan dalil.

Sebaiknya, jika pun ingin memanggil ummi dan abi, tambahkan nama anak di belakangnya. Misalnya “Abi Fathiya”, sehingga kita tidak lagi memanggil pasangan seolah-olah ia adalah ibu/bapak kita, melainkan ibu/bapak dari anak kita.(MuslimahCorner)

Renungan: Andai Aku Mati Hari Ini

ANDAI HARI INI AKU MATI”

Andai hari ini aku mati
perlahan tubuhku ditutup tanah
perlahan semua pergi meninggalkanku
masih terdengar jelas langkah2 terakhir mereka





Aku sendirian
di tempat gelap yang tak pernah terbayang
Aku sendiri, menunggu pertanyaan malaikat
Belahan hati, belahan jiwa pun pergi
Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain
aku bukan siapa2 lagi bagi mereka
Sanak keluarga menangis, sangat pedih
aku pun demikian,tak kalah sedih
Tetapi aku tetap sendiri disini
menunggu perhitungan
menyesal sudah tak mungkin
Taubat tak lagi dianggap
dan maaf pun tak bakal didengar
aku benar2 harus sendiri
 

Yaa ALLAH..
Jika ENGKAU beri aku 1 lagi kesempatan
Jika ENGKAU pinjamkan lagi beberapa hari milik-MU
Untuk aku perbaiki diriku
aku ingin memohon maaf pada mereka yang selama ini telah merasakan dzalimku
yang selama ini sengsara karena aku
tersakiti karenaku
Aku akan kembalikan jika ada harta kotor ini yang telah kukumpulkan,
yang bahkan kumakan

Yaa ALLAH..
Beri lagi aku beberapa hari milik-MU
untuk berbakti kepada Ayah & Ibu tercinta
Teringat kata-kata kasar & keras yang menyakitkan hati mereka
maafkan aku Ayah & Ibu, mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu

Yaa ALLAH..
Beri juga waktu untuk berkumpul dengan keluargaku
menyenangkan saudara-saudaraku
Untuk sungguh2 beramal soleh
Aku sungguh ingin bersujud dihadapan-MU lebih lama lagi
Begitu menyesal diri ini
kesenangan yang pernah kuraih dulu
tak ada artinya sama sekali

Mengapa kusia-siakan waktu hidup di dunia itu
andai aku bisa putar ulang waktu itu
Aku dimakamkan hari ini
dan ketika semua menjadi tak termaafkan
Dan ketika semua menjadi terlambat
ketika aku harus sendiri
Untuk waktu yang tak terbayangkan sampai yaumul hisab & di kumpulkan di padang masyhar

……………………..……….

Jika doa dibawah ini doa kalian..
Mohon #Amiini juga

Yaa ALLAH..
Wafatkan kami dalam keadaan Husnul Khatimah
Jauhkan kami dari su’ul khatimah
Lindungi kami dari panasnya siksa NerakaMu..

Tulisan: Pipik Dian Irawati
Ilustrasi: Sebarkanlah.com

‘Tamu Terakhir’ itu Pasti Datang

” TAMU TERAKHIR ITU PASTI DATANG “

Ia datang bukan untuk mengambil paksa sebagian harta milik kita..

Bukan pula ingin menyantap makanan di meja makan dan mengambil minuman di lemari es milik kita..
   




Tidak pula ingin meminta pertolongan kepada kita untuk melunasi hutang-hutangnya.

Atau pun meminta syafaat.. Dan bukan pula menghiba kepada kita agar diringankan beban berat yang ia tanggung..

Ia datang kepada kita membawa misi dan tugas yang pasti..

Kita, kerabat, handaitaulan dan bahkan jika penduduk bumi seluruhnya dikerahkan, tak mampu menahan ketibaannya..

Jika kita berlindung di sebuah istana yang megah, yang dikelilingi benteng kokoh dan pagar-pagar yang kuat..

Dan kita dijaga para pengawal dan bodyguard sekalipun, maka dengan mudah ia menerobos masuk menjumpai kita..

Sesungguhnya ia tak perlu mengetuk pintu atau meminta izin bertemu dengan kita.. Atau membuat janji sebelumnya dengan kita..

Bahkan ia datang menemui kita setiap waktu dan dalam keadaan yang bagaimanapun jua,sibuk ataukah senggang..

Sehat atau sakit, kaya atau miskin, di perjalanan atau menetap di sebuah tempat..

Tamu kita ini tidak memiliki kelembutan hati, yang akan tersentuh oleh kata-kata hiba dari kita atau luruh melihat tetesan air mata kita,tetap kunjungannya tak akan mundur walau sesaat..

Demikian pula ia tidak menerima hadiah dan suap.. Karena harta dunia seluruhnya tidak sebanding baginya dengan apa pun walau seharga sayap nyamuk..

Karena yang dia kehendaki hanyalah diri kita,bukan selain kita.. Yah ia ingin mengambil ruh kita,emisahkan nyawa dengan raga kita,itulah akhir perjalanan hidup kita..

Dialah malaikat pencabut nyawa..

Ketika ia datang, maka harta yang berlimpah,assetyang bertebaran di mana-mana, Jabatan yang disandang,Pendamping hidup yang Cantik / Tampan..

Mobil mewah yang dipunyai,Gaji yang besar,dan anak-anak yang lucu dan montok Semuanya ditinggalkan..

Hanya iman dan amal shalih yang akan membantu kita di nun jauh di sana..

Yaa ALLAH.. Jika saat nya tiba bagi kami, wafat kan lah kami dalam keadaan Husnul Khatimah,Jauh kan lah kami dari suul khatimah..

Silahkan sebarkan artikel ini kepada semua temanmu, menyebarkan kebaikan itu adalah hal yang harus dibiasakan. [HP – Sebarkanlah.com /Pipik Dian Irawati‎]

Ini Dia 5 Sunah Rasulullah yang Patut Ditiru Ketika Bangun Tidur

 Ketika bangun tidur apa yang biasanya Sahabat Muslim lakukan? Periksa Hape apakah ada pesan baru, melihat jam, melakukan peregangan otot, atau ada yang lainnya?

Hmm… mulai sekarang, kita biasakan melakukan sunah Rasulullah Saw. yuk! Manfaatnya untuk dunia dan juga akhirat looh

Begitu membuka mata di pagi hari, Ini dia beberapa hal yang Rasulullah lakukan:

1. Berdo’a ketika bangun tidur

Alhamdulillaahilladzii ahyaanaa ba’damaa amaatanaa wa ilaihinnusyuur.

“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah Dia mewafatkan (menidurkan) kami, dan kepada-Nya kami dibangkitkan.” (HR. Al-Bukhari)

2.Mengusap bekas tidur yang ada di wajah dengan tangan

Menurut Imam an-Nawawi dan al-Hafizh Ibnu Hajar, hal ini dianjurkan berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bangun tidur kemudian duduk sambil mengusap bekas tidur dari wajahnya dengan tangannya.” (HR. Muslim)

3. Bersiwak

“Apabila Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bangun malam, beliau membersihkan mulutnya dengan bersiwak.” (Muttafaq ‘alaih)

Dalam media briefing ‘Sensodyne Expert Sharing‘ di Aula Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Senin (20/9/2010), drg Robert Lessang, Sp.Perio mencontohkan salah satu kebiasaan menggosok gigi yang tidak tepat.

Menurutnya, kebiasaan menggosok gigi lebih tepat untuk dilakukan saat bangun tidur daripada sesudah sarapan pagi. Tujuannya memang bukan untuk membersihkan sisa makanan melainkan mencegah terbentuknya plak atau karang gigi.

“Sesudah sarapan pagi, pH di mulut turun sehingga risiko terjadinya abrasi atau pengikisan di gigi lebih tinggi. Sebaiknya jangan langsung menyikat gigi setelah makan, beri waktu setidaknya 25 menit,” ungkap drg Robert.

Abrasi atau pengikisan gigi menyebabkan lapisan terluar gigi yakni enamel menipis, sehingga lapisan di bawahnya yakni dentin menjadi terbuka. Lapisan dentin ini langsung terhubung dengan syaraf sehingga sangat sensitif jika tidak terlindungi.

Bahkan jika terburu-buru, sisa makanan di gigi cukup dibersihkan dengan dental floss atau berkumur setelah sarapan. Asalkan saat bangun tidur sudah menggosok gigi, maka plak baru mulai terbentuk lagi 4-8 jam sesudahnya.

 4. Ber-istintsar

Yaitu, mengeluarkan/menyemburkan air dari hidung sesudah menghirupnya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Apabila seorang di antara kalian bangun tidur, maka beristintsarlah tiga kali, karena sesungguhnya syaitan bermalam di ujung (rongga) hidungnya.” (Muttafaq ‘alaih)

 5. Mencuci kedua tangan tiga kali

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Apabila salah seorang kalian bangun tidur, janganlah memasukkan tangannya ke dalam bejana sebelum ia mencucinya tiga kali.” (Muttafaq ‘alaih)

Demikianlah beberapa poin yang bisa kita tiru dari kebiasaan-kebiasaan Rasulullaah setelah bangun tidur. Ada yang mau untuk menjadikannya kebiasaan setiap hari? (ummi)



Kisah Nyata: ‘Rumah Tanggaku Hancur karena BB dan Facebook’

Sebuah curhatan seorang ibu rumah tangga mendadak menjadi pembicaraan para netizen di Facebook. Curhatan seorang ibu yang menceritakan bagaimana rumah tangganya hancur dikarenakan BlackBerry dan Facebook.

Kisah ini kamu sadur dari Facebook Jilbab Indonesia, dan sudah ribuan orang yang memberikan komentar dan menyebarkannya ke akun Facebook mereka masing-masing.




Silahkan dibaca dengan baik, karena kisah ini sangat bagus untuk kita sebagai pengguna sosial media.
 

    Namaku Lely. Berjilbab. Ibu rumah tangga dengan satu anak. Umur 26 thn tapi banyak yang bilang aku masih seperti gadis.

    Di sela-sela kesibukanku bekerja di konveksi, aku coba buka BB baru pemberian suamiku. Tak lupa ku coba buka akun facebookku. Kangen rasanya seru-seruan dengan teman-teman SMA dulu.

    Dari fb, ku mengenal laki-laki. Pemuda yang sukses dengan perdagangan dan pendidikannya.

    Awalnya kami cuma saling like status lama kelamaan beralih saling berkirim pesan. Dalam pesan-pesan yang singkat kami pun saling rinci keadaan. Meski dia tahu aku istri dan ibu dari anak 4thn, dia tetap manis menanggapinya.

    Dari situ, kami teruskan kirim pesan dengan saling berikan pin BB. Kirim foto dan berujung pada janjian adakan pertemuan.

    Aku benar-benar khilaf dan terbuai suasana. Dia memang lebih ganteng dari suamiku dan tak segan-segan memberikan sepatu, seragam sekolah, seragam olah raga dan tas mahal untuk anakku. Bayangkan untuk membeli barang tsb dia rela merogoh ATM nya. Aku begitu terharu.

    Itulah awal pertemuanku. Hari berikut koment-komentny a mulai sedikit genit dan nakal. Dan anehnya aku makin terhibur dengan inbok-inbok nakalnya. Mulailah setan merayapiku. Aku tak segan-segan memberi foto telanjang dada permintaannya.

    Malam-malam yang ada penuh bunga-bunga bangkai bertebaran. Invite BB, FB dan mention twitter begitu berani, vulgar dan menantang birahi. Aku gak menyangka, meski sudah beranak satu tapi masih ada perjaka yang menyukai.

    Belum lagi, di profilnya dia merupakan mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di jogjakarta.

    Minggu itu, di pertemuan kedua, kami sudah langsung cek in hotel di kotaku jakarta. Sebulan dia di jakarta membuat kami sering adakan pertemuan hingga sampai pertemuan ke delapan.

    3 bulan berlalu, aku mulai hamil. Aku merasa biasa saja. Tapi kedua orang tuaku bingung dan mempermasalahka n. Pasalnya, sudah setahun suamiku kerja di pengeboran lepas pantai luar jawa. Dan sudah barang tentu tak pernah setahun ini menyentuhku.

    Aku tetap bilang pada mereka, bahwa ini adalah janin suamiku. Tapi kedua orang tuaku tetap menuduhku melakukan serong. Akhirnya, suamiku pun dituntut pulang.

    Tanpa basa-basi, suamiku pun cek BB dan FB ku. Aku demikian bingung dan panik. Masih ada pesan-pesan nakal ku di situ. Aku menangis sejadi-jadinya. Menyembah-nyemb ah, bertekuk lutut di hadapan suami dan kedua orang tua kandungku.

    “Menantuku, cepat ceraikan dia, biarlah aku kehilangan anak gadis dari pada kehilangan menantu dan cucu sebaik kamu.” kata ibuku

    “Dan kamu..!” ibu menudingku dengan mata berair. “Pergilah kemana kau mau, sekarang juga. Dan jangan pernah kau tampakkan wajah menjijikkanmu di hadapanku dan keluargaku.”

    Aku keluar rumah dengan tangisan anakku. Bahkan untuk memelukpun aku tak diizinkan. Ku coba minta pertanggung jawaban dari lelaki itu, namun BB FB nya sudah tak aktif lagi. Ku beranikan diri datang ke jogja kampus dimana dia kuliah. Di KABAG kemahasiswaan, ternyata tak menemukan nama yang ku maksud.

    Aku tunjukkan foto wajahnya, dan ternyata tiada ditemui wajah yang seperti itu. Aku menangis sejadi-jadinya. Kandunganku sudah hampir 6 bulan. Uang saku pun menipis. Tak tahu kemana arah diuntung. Tak tahu Kemana nasib akan menuntun.

    BB dan FB benar-benar memporak porandakan rumah tanggaku.

    Untuk ibu-ibu, bapak-bapak dan sahabat JI yang baik, gunakan BB FB sesuai kebutuhan kemanfaatan, bila anda tak ada manfaaatnya demi keutuhan dan kebahagiaan rumah tangga anda, maka tinggalkan FB, chating dan invite BB.


Silahkan share demi kebahagiaan rumah tangga orang-orang terdekat anda, biar semakin banyak yang tahu dan tulisan ini menjadi lebih banyak bermanfaat. [HP – Sebarkanlah.com /Jilbab Indonesia]

Jangan Percaya Tukang Parkir sebelum Melihat Struknya

Sering kali kita merasa heran ‘kenapa biaya parkirnya mahal sekali? kan saya hanya parkir beberapa menit saja’. Dan mungkin banyak pertanyaan lain saat kita mendengar biaya yang dikenakan oleh tukang parkir pada kita.





Berikut ini adalah sebuah pengalaman seorang netizen yang dia berharap pengalamannya ini bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua.

    Sya pergi ke PGC saat itu saya naik motor dan muter2 sebentar untuk berbelanja setelah selesai berbelanja saya ke parkiran motor kemudian seperti biasa sebelum bayar kita akan di periksa dulu stnk na setelah stnk diperiksa tibalah untuk membayar parkiran gw tanya ke mba2 tukang parkir yg berjilbab berapa mba sambil kasih tiket parkir dia langsung nembak Rp 4000.

    Trus gw rada curiga kok bntr doang 4000 ditambah lagi mba na belum liat komputer udah nembak harga parkirnya gara2 liat gw udah ngeliatin duit 10rban (ngiler kali yah tuh mba) dan dikembaliin langsung 6000 tanpa struk trus gw iseng2 minta aja struknya mba minta struknya don, lo tau all ??????

    Ga nyangka si mba2 tukang parkir yg berjilbab itu memberikan struk hanya dengan harga yg tercantum Rp 2000 selama 57 menit dengan uang tambahan 2000 krna sebelumnya baru dikembaliin 6000 dan tuh mba parkir ngembalin tanpa rasa malu dan ga pake maaf udah bohongin customernya (mba please deh lo tuh berjilbab kali mba mau mau na makan duit haram) dan gw ga mau ribut gw cuma bilang ihhhhhh mba na nakal ya bohongin orang dan dia cuma judes dengan muka yg ngeselin

    Trusssss gw majuin dikit motor gw sempet agak ga terima dengan muka judesnya tuh mba parkir trus gw ngadu dong ke temen sejawatnya mereka mas mas temennya bandel tuh parkir 2000 dibilang ke saya 4000 dan asal lo pada tau aja respon mereka biasa aja ga ada tindakan apapun yah bukan suudzon ya mungkin hal ini biasa buat sebagian tukang parkir loket yg ga jujur

    INTINYA ADALAH…..

    Untuk kalian smua jgn percaya gitu aja sama tukang loket parkir sebelum kalian liat struknya jgn prnh kasih uang dulu ya all just share ga maksud intimidasi seseorang biar kita jadi customer yg teliti ini bukan masalah uang Rp 2000 aja tapi coba kalian fikir 2000 untuk 1 orang dikalikan brpa orang setiap hari yg dikibulin oleh mereka


Seorang netizen juga mengaku mengalami hal yang sama jika datang ke tempat ini,


“Betul banget kakak kelas,hehehhehe. Entah kenapa di stiap aku ke PGC pasti ngalamin sama kaya kk. Baru parkir sebentar aja udh ditembak dan sengaja agak ditutupin itu komputernya supaya kita gak bisa lihat harganya dan struknya gak dikasih. Kalo 2rb dikali 100org dia udh untung bgt. Tapi apa memang mereka menyepakati seperti itu buktinya gda respon yg baik setelah kk adukan ke temannya” tulis Shamanta dalam komentarnya.

Sementara itu netizen lain mengomentari bahwa dia tidak mau pergi sebelum melihat struk,

“Haha gue banget nih… Gue gk mw bayar sebelum ngeliat nominal yg ada d monitor… Gk pernah gua nanya berapa mas/mba… Klo gk keliatan baru gua minta srtuk trus bayar deh…” tulis Rio dalam komentarnya.

Untuk semua pembaca, harap kiranya memeriksa biaya parkir resmi jika ingin meninggalkan tempat parkir, supaya tidak mengalami hal yang sama dengan teman kita ini. [HP – Sebarkanlah.com]

 * * *


Dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwasannya

suatu hari ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melewati seorang pedagang dengan tumpukan makanan dagangannya, beliau memasukkan tangannya ke dalam tumpukan makanan itu, dan Beliau mendapatkan sesuatu yang basah di bagian bawah tumpukan makanan tersebut. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepada pedagang: “Apa ini?” Pedagang makanan itu menjawab: “Makanan itu terkena air hujan!” kemudian Rasulullah bersabda: “Mengapa engkau tidak menaruhnya di atas, agar bisa diketahui oleh pembeli? Barangsiapa yang menipu kami, maka dia tidak termasuk golongan kami”. (HR. Imam Muslim dan Hakim, Shahih)

Dari Abu Hurairah juga, Bahwasanya rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “barangsiapa yang menghunuskan pedangnya kepada kami maka ia bukan termasuk golonganku, barang siapa yang berbuat curang kepada kami, maka bukan termasuk golongan kami.” (HR. Muslim)

Pelajaran yang bisa dipetik dari dua hadits di atas:

Menyembunyikan aib dan menipu, atau berbuat curang dalam transaksi jual beli, haram hukumnya, apapun macam dan bentuknya.

Unggah Video Polantas Terima Suap, Mahasiswa ini Ditangkap

Gerakan Save Adlun Fiqri ramai bermunculan di Ternate, Maluku Utara. Bahkan, gerakan itu mulai muncul di media sosial, seperti Facebook, Blackberry Messenger, dan Twitter dengan tagar #Save Adlun Fiqri.




Adlun Fiqri merupakan mahasiswa Universitas Khairun Ternate. Dia mengunggah video tentang oknum polisi lalu lintas Polres Ternate yang diduga menerima suap tilang. Operasi tilang dilakukan polisi lalu lintas Polres Ternate di depan RS Dharma Ibu, Jalan Pahlawan Revolusi, Kelurahan Gamalama, Ternate, Sabtu, 26 September 2015. Adlun merekam pelaksanaan tilang menggunakan video telepon selulernya.

Video berjudul “Kelakuan Polisi Minta Suap di Ternate” itu kemudian ditayangkan di YouTube. Dalam video yang berdurasi lebih dari satu menit itu terekam oknum polisi lalu lintas Polres Ternate tertangkap meminta sejumlah uang kepada pengendara motor yang ditilang.



Tersangka Adlun saat di kantor polisi. [Jawapos]


Faris mengatakan dalam gerakan Save Adlun, sejumlah seniman, aktivis kampus, dan LSM akan dilibatkan. Tujuannya tak lain untuk menumbuhkan kesadaran hukum masyarakat Maluku Utara guna menolak praktek-praktek suap dalam berlalu lintas.

Dengan gerakan itu pula, kata Faris, diharapkan bisa mendorong masyarakat untuk berpartisipasi mengawasi kelakuan oknum polisi nakal. Yang dilakukan Adlun merupakan bentuk kontrol masyarakat terhadap kepolisian. “Seharusnya oknum polisi itu yang ditindak, bukan sebaliknya mempidanakan masyarakat yang kritis,” ucap Faris.

Kepala Polres Ternate Ajun Komisaris Besar Kamal Baktiar enggan memberikan tanggapan. Penjelasan diberikan oleh Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polre Ternate Ajun Komisaris Samsudin Lossen.

Samsudin mengatakan penahanan terhadap Adlun karena diduga melakukan pelanggaran pencemaran nama baik intitusi kepolisian, termasuk Polres Ternate. Perbuatan pelaku juga merugikan oknum polisi lalu lintas. “Kasusnya saat masih dalam penyidikan,” tuturnya. [Sumber Artikel: Tempo; Image: Ilustrasi Polantas memberi surat tilang]







Terkait fenomena berbagai kemunkaran yang dilakukan aparat kepolisian, Ustadz Said Sungkar mengutip sebuah hadits, dimana sejak 14 abad yang lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyinggung bahwa di akhir zaman polisi-polisi melakukan tindakan yang dimurkai Allah, sehingga mereka dilaknat Allah setiap pagi dan sore hari.


سَيَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ شُرطَةٌ ، يَغْدُونَ فِي غَضِبِ اللهِ، وَيَرُوحُونَ فِي سَخَطِ اللهِ


“Di akhir zaman banyak polisi di pagi hari melakukan sesuatu yang dimurkai Allah, dan di sore hari melakukan sesutu yang dibenci Allah” (H.R. Thabarani).


Ustadz Said Sungkar menegaskan, sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sejak 14 abad yang lalu itu terbukti benar.


“Ya memang hadits itu benar dan kenyataannya sekarang seperti yang kalian lihat, lalu apa kalian masih ragu dengan hadits Nabi dan malah percaya kepada polisi?” Ustadz Said Sungkar usai menjadi pembicara Kajian Ilmiah Temporer, di Islamic Center, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2015).
Oleh sebab itu, sebagaimana dalam hadits yang lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang umatnya menjadi polisi yang membantu penguasa berbuat zalim.

لَيَأْتِيَنَّ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ يُقَرِّبُونَ شِرَارَ النَّاسِ ، وَيُؤَخِّرُونَ الصَّلاةَ عَنْ مَوَاقِيتِهَا ، فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَلا يَكُونَنَّ عَرِيفًا ، وَلا شُرْطِيًا ، وَلا جَابِيًا ، وَلا خَازِنًا، رواه ابن حبان في صحيحه

“Sungguh akan pasti datang kapada kalian para pemimpin yang menjadikan manusia-manusia terjelek sebagai orang dekatnya dan mengakhirkan sholat dari waktu waktunya, maka barang siapa diantara kalian yang mendapatkan zaman itu, maka jangan sekali kali ia menjadi pembantu mereka, juga jangan pula menjadi polisi mereka, jangan pula sebagai tukang pemungut (pajak) mereka dan jangan pula sebagai tukang bendahara mereka.” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya).


Ustadz Said pun mengimbau kepada aparat kepolisian agar segera bertaubat bila tidak ingin mendapat laknat dari Allah.

“Kalian yakini hadits itu, kalian beriman maka kalian akan selamat. Sebab hal itu pasti terjadi, Nabi itu tidak pernah berbohong,


وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى

Dan tidaklah ia berkata-kata dari hawa nafsunya melainkan wahyu yang disampaikan Allah kepadanya. 

(QS. An-Najm: 4),” tegas Ustadz Said. [AW]

PERINGATAN KEPADA KAUM GAY, LESBIAN, (HOMOSEKSUAL)

Oleh
Syaikh Nabil Muhammad Mahmud

DALIL DARI SUNNAH TENTANG HARAMNYA HOMOSEKSUAL

 
[a]. Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Barangsiapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah kedua pelakunya” [HR Tirmidzi : 1456, Abu Dawud : 4462, Ibnu Majah : 2561 dan Ahmad : 2727]

[b]. Dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Sesungguhnya yang paling aku takuti (menimpa) umatku adalah perbuatan kaum Luth” [HR Ibnu Majah : 2563, 1457. Tirmidzi berkata : Hadits ini hasan Gharib, Hakim berkata, Hadits shahih isnad]

[c]. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Allah melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth, (beliau mengulanginya sebanyak tiga kali)” [HR Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra IV/322 No. 7337]

[d]. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Allah tidak mau melihat kepada laki-laki yang menyetubuhi laki-laki atau menyetubuhi wanita pada duburnya” [HR Tirmidzi : 1166, Nasa’i : 1456 dan Ibnu Hibban : 1456 dalam Shahihnya. Keterangan : hadits ini mencakup pula wanita kepada wanita]

[e]. Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Itu adalah liwat kecil, yakni laki-laki yang menggauli istrinya di lubang duburnya” [HR Ahmad : 6667]



 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgayOTd3iYd-xt1LoBXkVfQ4WNksZVADm6I1skkVLJzbShyW2IpUrS6RcylkPK0g1mzFBHtT_ZbMyGIgsFmzn4Jxw_j-RDk3vmslRKT2UPqLZf38ulL8v6Ni5pfaOM7zSzTn625XZuaOtc/s1600/398790_330000573745058_1213814088_n.jpg

 

HUKUMAN TERHADAP KAUM HOMOSEKS
 
Dalam masalah ini para ulama berbeda pendapat. Sebagian mereka mengatakan hukumannya sebagaimana hukuman zina yaitu dirajam bagi yang muhshan (sudah pernah menikah) dan dicambuk dan diasingkan bagi yang belum menikah. Sebagian yang lain mengatakan, kedua-duanya dirajam dalam keadaan apapun, menerapkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi, “Bunuhlah yang menyetubuhi dan yang disetubuhi”

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Para sahabat telah menerapkan hukum bunuh terhadap pelaku homoseks. Mereka hanya berselisih pendapat bagaimana cara membunuhnya”

HUKUMAN TERHADAP PELAKU HOMOSEKS SETELAH MUSNAHNYA KAUM LUTH
Para pengikut madzhab Hambali menukil ijma’ (kesepakatab) para sahabat yang mengatakan bahwa hukuman homoseks adalah dibunuh. Mereka berdalil dengan hadits: “Barangsiapa yang kalian dapatkan melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah yang menyetubuhi dan yang disetubuhi”.

Mereka juga berdalil dengan perbuatan Ali Radhiyallahu ‘anhu yang merajam orang yang melakukan homoseksual. Syafi’i berkata : “Dengan ini, kita berpendapat merajam orang yang melakukan perbuatan homoseksual, baik dia seorang muhsan atau bukan”.

Dan sebagaimana yang diriwayatkan oleh Khalid bin Walid bahwa ada di pinggiran kota Arab seorang laki-laki yang dinikahi sebagaimana dinikahinya seorang perempuan. Maka dia menulis surat kepada Abu Bakar Shiddik Radhiyallahu ‘anhu. Abu Bakar lalu bermusyawarah dengan para sahabatnya. Orang yang paling keras pendapatnya adalah Ali Radhiyallahu ‘anhu. Dia berkata, “Tidaklah melakukan perbuatan ini kecuali hanya satu ummat dan kalian telah mengetahui apa yang telah Allah lakukan kepada mereka. Aku berpendapat agar dia dibakar dengan api”. Kemudian Abu Bakar mengirim surat kepada Khalid bin Walid untuk membakarnya.

Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Dipertontonkan dari bangunan yang paling tinggi lalu dilemparkan (ke bawah) diikuti lemparan batu”.

Dengan demikian hukuman homoseks adalah bisa dengan dibakar, dirajam dengan batu, dilempar dari bangunan yang paling tinggi yang diikuti lemparan batu, atau dipenggal lehernya. Ada pula yang mengatakan ditimpakan tembok kepadanya.

Imam Syaukani memilih hukuman bunuh dan melemahkan pendapat selain itu. Mereka berpendapat seperti itu menilik firman Allah.

“Artinya : Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim” [Hud : 82-83]

Dalam penerapan hukuman ini, pelaku homoseks dipersilakan memilih hukuman yang dia kehendaki dari hukuman-hukuman yang ada.

PERINGATAN KEPADA KAUM HOMOSEKS
[a]. Ketahuilah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pelaku homoseks sebanyak tiga kali sedangkan pezina hanya sekali.

[b]. Takutlah engkau terjerumus dalam dosa ini karena akan merusakan dirimu dan dikhawatirkan akan menyeretmu kepada kekafiran seperti yang menimpa saudaramu sebelum kamu sebagaimana yang diberitakan oleh Ibnu Al-Qayyim dalam kitabnya Al-Jawab Al-Kafi halaman 191

Diceritakan ada seorang laki-laki yang jatuh hati kepada seorang pemuda tampan bernama Aslam. Cinta di hatinya begitu mendalam kepada Aslam. Akan tetapi, anak muda tersebut tidak mau dan menjauh darinya sehingga menyebabkan laki-laki itu terbaring sakit dan tidak dapat bangkit. Orang-orang yang kasihan melihat diri laki-laki itu mencoba mendatangkan anak muda itu, dan dibuatlah perjanjian supaya dia menengok laki-laki itu. Mendengar berita itu, laki-laki yang sedang kasmaran tersebut merasa sangat senang dan mendadak hilang kegelisahan dan kesedihannya. Manakala dia dalam kegembiraan menanti anak muda tersebut datanglah orang lain yang mengabarkan bahwa anak muda tadi sebenarnya sudah sampai di tengah jalan tetapi kembali, tidak meneruskan perjalanannya dan tidak mau memperlihatkan dirinya kepada laki-laki itu. Ketika mendengar berita tersebut, mendadak kambuh sakitnya hingga tampak darinya tanda-tanda sakaratul maut. Kemudan dia bersyair.

Wahai Aslam sang penyejuk hati
Wahai Aslam sang penyembuh sakit
Keridhaanmu lebih aku sukai pada diriku
Daripada rahmat Sang Pencipta
Yang Mahamulia

Dikatakan kepadanya, “Takulah kamu dengan kata-kata itu!” Laki-laki itu menjawab, “Itu kenyataannya”. Maka akhirnya matilah dia dalam keadaan kafir kepada Allah.

KEJELEKAN KAUM LUTH DAN PERLAWANAN MEREKA TERHADAP ALLAH
Cermatilah jeleknya kaum Luth dan penentangan mereka terhadap Allah ketika mereka mendatangi nabi Luth dan tamu-tamunya yang tampan. Ketika melihat mereka datang Nabi luth berkata.

“Artinya : Hai kamumku, inilah putri-putriku. Mereka lebih suci bagimu” [Hud : 78]

Dia merelakan putri-putrinya untuk mereka peristri sebagai ganti tamu-tamunya karena mengkhawatirkan dirinya dan tamunya dari aib yang sangat jelek sebagaimana yang dikisahkan dalam surat Hud ayat 78-80.

“Artinya : Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata, ‘Hai kaumku, inilah puteri-puteriku mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?’ Mereka menjawab : ‘Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu, dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki’. Luth berkata, ‘Seandainya aku mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)’

DAMPAK NEGATIF HOMOSEKSUAL DITINJAU DARI SISI KESEHATAN
Islam sangat keras dalam meberikan hukuman atas kejahatan yang satu ini karena dampaknya yang buruk dan kerusakan yang ditimbulkannya kepada pribadi dan masyarakat.

Dampak negatif tersebut di antaranya.

a. Benci terhadap wanita
Kaum Luth berpaling dari wanita dan kadang bisa sampai tidak mampu untuk menggauli mereka. Oleh karena itu, hilanglah tujuan pernikahan untuk memperbanyak keturunan. Seandainya pun seorang homo itu bisa menikah, maka istrinya akan menjadi korbannya, tidak mendapatkan ketenangan, kasih sayang, dan balas kasih. Hidupnya tersiksa, bersuami tetapi seolah tidak bersuami.

b. Efek Terhadap Syaraf
Kebiasaan jelek ini mempengaruhi kejiwaan dan memberikan efek yang sangat kuat pada syaraf. Sebagai akibatnya dia merasa seolah dirinya diciptakan bukan sebagai laki-laki, yang pada akhirnya perasaan itu membawanya kepada penyelewengan. Dia merasa cenderung dengan orang yang sejenis dengannya.

c. Efek terhadap otak

d. Menyebabkan pelakunya menjadi pemurung

e. Seorang homoseks selalu merasa tidak puas dengan pelampiasan hawa nafsunya.

f. Hubungan homoseksual dengan kejelekan akhlaq
Kita dapatkan mereka jelek perangai dan tabiatnya. Mereka hampir tidak bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk, yang mulia dan yang hina.

g. Melemahkan organ tubuh yang kuat dan bisa menghancurkannya. Karena organ-organ tubuhnya telah rusak, maka didapati mereka sering tidak sadar setelah mengeluarkan air seni dan mengeluarkan kotoran dari duburnya tanpa terasa.

h. Hubungan homoseksual dengan kesehatan umum.
Mereka terancam oleh berbagai macam penyakit. Hal ini disebabkan karena merasa lemah mental dan depresi.

I. Pengaruh terhadap organ peranakan.
Homoseksual dapat melemahkan sumber-sumber utama pengeluaran mani dan membunuh sperma sehingga akan menyebabkan kemandulan

j. Dapat meyebabkan penyakit thypus dan disentri

k. Spilis, penyakit ini tidak muncul kecuali karena penyimpangan hubungan sek

l. Kencing nanah

m. AIDS, para ahli mengatakan bahwa 95% pengidap penyakit ini adalah kaum homoseks

BISAKAH KAUM HOMOSEKS BERTAUBAT DAN MASUK SURGA?
Ibnul Al-Qayyim berkata : “Jika pelaku homoseks bertaubat dengan sebenar-benarnya (taubat nasuha) dan beramal shaleh kemudian mengganti kejelekan-kejelekannya dengan kebaikan, membersihkan berbagai dosanya dengan berbagai kataatan dan taqarrub kepada Allah, menjaga pandangan dan kemaluannya dari hal-hal yang haram, dan tulus dalam amal ibadahnya, maka dosanya diampuni dan termasuk ahli surga. Karena Allah mengampuni semua dosa. Apabila taubat saja bisa menghapus dosa syirik, kufur, membunuh para nabi, sihir, maka taubat pelaku homoseks juga bisa menghapuskan dosa-dosa mereka.

PENANGGULANGAN HOMOSEKS DAN PENYEMBUHANNYA
a. Menanamkan akidah shahihah pada semua anggota masyarakat karena ia merupakan benteng yang aman dan pelindung dari ketergelinciran dan penyelewengan.

b. Memperbanyak halaqah (majlis pengajian) menghafal Al-Qur’an khususnya pada anak-anak dan remaja

c. Memperhatikan pendidikan anak-ank muda dan mengisi waktu kosong mereka dengan hal-hal yang bermanfaat bagi mereka dan tanah air mereka.

d. Menjadikan penjara sebagai madrasah untuk pendidikan, perbaikan narapidana, serta meluruskan akhlaq mereka dengan pendidikan Islam yang benar

e. Mengkhususkan khutbah (ceramah) untuk para pemuda yang memperingatkan mereka dari bahaya dan dampak buruk homoseksual

f. Menasehati para pemuda di kompleks-kompleks terdekat dan memberikan buku-buku bacaan Islam yang bisa menguatkan hubungan mereka denan Allah

g. Menghilangkan sarana berkumpulnya para pemuda tempat mereka melakukan kemasiatan

Kita berdo’a semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kekuatan kepada kita dan anak keturunan kita agar tidak terjrumus dalam gelimang dosa yang penuh kekejian ini dan memberikan hidayah kepada mereka yang telah terlanjur untuk kembali kepada keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dari Lumpur dosa ini.

Allah Al-Musta’an. Wallahu a’lam

[Disalin dari Majalah Fatawa Vol. 11/Th.1/1424H-2003M. Disarikan dan dialaihbahasakan oleh Yusuf Purwanto dan Abdullah. Alamat Redaksi Islamic Center Bin Baz, Karanggayam, Sitimulyo, Piyungan-Bantul, Yogyakarta]


Sumber:

Buku Rujukan:

Komik Muslimah : 20 Alasan NGGA MAU BERJILBAB

alasan gak berjilbab #1

(untuk memperbesar tampilan gambar, klik pada gambar)

Nah, ini dia awal maraton dari komik alasan-alasan yang sering dipake untuk gak berjilbab, dan disertai dengan balasan dari alasan tersebut. Subhanallah, proyek maraton yang lumayan juga nih... :)

Quote alasan dan balasan dari komik-komik ini diambil dari beberapa sumber. Untuk komik yang ini sumbernya adalah Ust. Felix Siauw, yang saya ambil dari blog Little Mujahidah dengan sedikit perubahan. 

Maraton ini insya ALLAH rencananya bakal jadi maraton yang panjang karena akan ada lebih dari 10 komik, dan harapannya nanti komik-komik ini bisa digabungin jadi satu buat dijadiin poster ajakan make jilbab. Mohon doanya biar lancar ya! :D

alasan gak berjilbab #2

(untuk memperbesar tampilan gambar, klik pada gambar)

Itu namanya generalisasi, sama aja kayak bilang "semua burung hitam adalah gagak". Itu gak adil, dan jujur saja, itu nyakitin... :(
PS : yang mau rekomendasi artikel atau quote buat dijadiin komik juga boleh banget lho :) 
 

alasan gak berjilbab #3

(untuk memperbesar tampilan gambar, klik pada gambar)
 
Kembali lagi ke dasar, yaitu definisi dari iman. OK? :)
 
PS: Jika saya mengambil quote dari tempat lain, insya ALLAH sumbernya pasti saya tulis di post tersebut. Jika di post tidak tercantum sumber apapun (seperti di post ini dan post sebelumnya), berarti quote tersebut memang tidak bersumber dari tempat lain. Ini sebagai jawaban kenapa di post ini dan post sebelumnya tidak dicantumkan sumber :)
 

alasan gak berjilbab #4

(untuk memperbesar tampilan gambar, klik pada gambar)
 
Ayo berusaha yang terbaik dalam menaati perintah ALLAH :)
 
Komik yang ini sumber quote alasan dan balasannya dari Ust. Felix Siauw, dan saya ambil dari blog Little Mujahidah dengan sedikit perubahan ^ ^

PS : BTW, pada nyadar gak, dari beberapa hari yang lalu label komiknya nambah satu lho, yaitu 'ayo berjilbab'. Ke depannya, komik dengan tema ini bakal semakin banyak, jadi saya pikir penting buat nambahin label ini :)
 
 

alasan gak berjilbab #5

(untuk memperbesar tampilan gambar, klik pada gambar)
 
:)
 
Hari ini Alhamdulillah semua sketsa untuk maraton komik jilbab ini selesai. Totalnya ada 20 komik (huaaa), dan karena bakalan garing kering kerontang kriuk kalo langsung maraton semuanya, jadi insya ALLAH bakal dibagi jadi dua bagian : 10 komik jilbab, disambung 1-2 komik tema lain, baru 10 komik jilbab sisanya. Biar gak bosen. OK? :)
 

alasan gak berjilbab #6

(untuk memperbesar tampilan gambar, klik pada gambar)
 
Hayo, inget kriteria utama buat milih pasangan hidup adalah agamanya. OK? :) 

Komik yang ini sumber quote alasan dan balasannya dari Ust. Felix Siauw, dan saya ambil dari blog Little Mujahidah dengan sedikit perubahan ^ ^
 
 
 

alasan gak berjilbab #7

(untuk memperbesar tampilan gambar, klik pada gambar)
 
Rezeki kita sudah diatur sama ALLAH. Pertahankan jilbab, cari kerja yang halal, insya ALLAH pasti ada jalan :)

Oia, untuk komik alasan no.7 ini (juga komik-komik alasan setelahnya) ukurannya bakalan lebih kecil dibandingkan 6 komik sebelumnya. Ini karena scanner yang dipake beda. Harap maklum ya :)
 

alasan gak berjilbab #8

(untuk memperbesar tampilan gambar, klik pada gambar)
 
Hayooo, pilih yang manaaa? :) 
 

alasan gak berjilbab #9

(untuk memperbesar tampilan gambar, klik pada gambar)

Tergantung dari mana kita memaknai kata 'bebas', menurut saya jilbab itu 'pembebasan' :) 

BTW, ada sedikit tambahan (eh, agak banyak ding) di laman Tentang Blog Ini yang mungkin perlu dibaca. Monggo... :) 
 

alasan gak berjilbab #10

(untuk memperbesar tampilan gambar, klik pada gambar)
 
Masih ingat kan sama hadits yang isinya tentang para shahabiyah yang saat ayat tentang hijab turun langsung menyambar kain apa saja yang ada di dekat mereka untuk menutupi aurat mereka? Yep, ini bukan budaya Arab, tapi bukti ketaatan pada ALLAH :)

Komik yang ini sumber quote alasan dan balasannya dari Ust. Felix Siauw, dan saya ambil dari blog Little Mujahidah dengan sedikit perubahan ^ ^
 
 
 

alasan gak berjilbab #11

(untuk memperbesar tampilan gambar, klik pada gambar)

Dan kalo ALLAH udah menyuruh, pasti baik buat kita :)

Balik lagi ke maraton. Semangaaat!! :D
 
 

alasan gak berjilbab #12

(untuk memperbesar tampilan gambar, klik pada gambar)

Kalo teman-teman sering baca artikel kesehatan pasti tahu deh, bahwa memakai jilbab tuh bukannya bikin rambut dan kulit jadi rusak, tapi malah bikin jadi sehat dan terhindar dari penyakit yang berbahaya. Hayoo, dah pada baca belum?? :)
 

alasan gak berjilbab #13

(untuk memperbesar tampilan gambar, klik pada gambar)

Kalo 'gaul'-nya sejalan dengan perintah ALLAH sih, ayo aja. Tapi kalo gak, ya mesti milih salah satunya kan? 
Komik yang ini sumber quote alasan dan balasannya dari Ust. Felix Siauw, dan saya ambil dari blog Little Mujahidah dengan sedikit perubahan ^ ^

Subhanallah, bentar lagi Ramadhan!! Iyyeiii!!  :D
 

alasan gak berjilbab #14

(untuk memperbesar tampilan gambar, klik pada gambar)
 
Gimana? Wajib gak tuh? :) 
 
 

alasan gak berjilbab #15

(untuk memperbesar tampilan gambar, klik pada gambar)

OK? :)
 

alasan gak berjilbab #16

(untuk memperbesar tampilan gambar, klik pada gambar)
 
Saya sih gak melihatnya sebagai "fanatik dan ekstrimis". BTW, mereka yang ngomong gitu sudah tahu arti dua kata itu belum ya? Atau cuma asbun aja? Hm...
 
 

alasan gak berjilbab #17

(untuk memperbesar tampilan gambar, klik pada gambar)

Kalau temen-temen perhatikan, alasan-alasan ini dari hari ke hari semakin kelihatan desperate aja ya, hehe. 

Oia, temen-temen yang mau usul artikel atau quote atau dialog buat dibikin komik, silakan lho. Seperti biasa, boleh usul lewat komen, juga boleh lewat email. Tapi, seperti biasa lagi, mungkin nunggu jadinya agak lama, soalnya ngantri dulu. OK? :)
 
 

alasan gak berjilbab #18

(untuk memperbesar tampilan gambar, klik pada gambar)
 
Ayo ubah diri jadi pribadi yang lebih baik :)

Komik yang ini sumber quote alasan dan balasannya dari Ust. Felix Siauw, dan saya ambil dari blog Little Mujahidah dengan sedikit perubahan ^ ^ 
 
 

alasan gak berjilbab #19

(untuk memperbesar tampilan gambar, klik pada gambar)
 
Hidayah itu kayak cahaya, sementara kita kayak ada di suatu ruangan gelap tertutup yang berjendela. Kalo kita gak membuka jendela, gimana cahaya bisa masuk dan menyinari kita?

Tempat tongkrongan, teman yang kita pilih... Sudah sejauh mana tindakan kita agar hidayah datang pada kita?

PS: Besok maratonnya berakhir lho. Subhanallah, gak nyangka bisa sejauh ini :D Kalau bukan karena kehendak ALLAH, pasti gak bakalan bisa, yakin deh. Alhamdulillah.. :)
 
 

alasan gak berjilbab #20

(untuk memperbesar tampilan gambar, klik pada gambar)

Siapa yang jamin kita masih diberi umur sampe saat itu tiba? Ini bukan "better late than never", ini "now or never". OK?

Komik yang ini sumber quote alasan dan balasannya dari Ust. Felix Siauw, dan saya ambil dari blog Little Mujahidah dengan sedikit perubahan ^ ^ 

Daan... berakhir sudah maraton komik ajakan berjilbab ini. Alhamdulillah! :D Baru kali ini maraton panjang begini, jadi saya mohon maaf jika banyak kekurangan di sana-sini. Namun pastinya ada banyak sekali pelajaran yang bisa saya ambil. Semoga hal ini ke depannya bisa menempa saya untuk mempersembahkan yang lebih baik lagi. Aamiin...

PS: Buat penggemar Komik Panel, insya ALLAH besok Komik Panel muncul lho :)


Sumber :  Dhiba Ainisa Umarghanies - http://komikmuslimah.blogspot.co.id